JAKARTA, (TB) – Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Essy Asiah, M.T., memaparkan perkembangan terkini program Sekolah Rakyat dalam sesi publikasi yang digelar di Ruang Biro Publikasi Kementerian PUPR, Jl. Pattimura, Jakarta Selatan, Jumat (4/7/2025) pukul 16.00 WIB.

Dalam paparannya, Ir. Essy Asiah menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari inisiatif Indonesia Cerdas 2024 yang mengandalkan jejaring dan akses luas Kementerian PUPR untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah-daerah terpencil.

“Program Sekolah Rakyat memanfaatkan akses Kementerian Pekerjaan Umum yang luas di lapangan untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Essy menyebutkan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk program ini, yakni lebih dari Rp1 triliun yang akan digunakan untuk membangun sekolah di sekitar 200 lokasi di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan bahwa besaran biaya per lokasi dapat berbeda tergantung kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Selain ruang kelas, Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang makan, lapangan olahraga, dan gedung serbaguna, guna menunjang aktivitas belajar dan kesejahteraan peserta didik.

“Lokasi yang dipilih harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti ketersediaan lahan yang cukup, aksesibilitas, dan kondisi lingkungan yang mendukung,” jelasnya.

Namun, program ini juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan lahan dan koordinasi antar instansi, khususnya dengan pemerintah daerah.

“Meskipun terdapat beberapa kendala, Kementerian PUPR terus berupaya untuk menyelesaikannya. Koordinasi yang baik dengan pemda sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini,” paparnya.

Essy menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Halaman:
A
Penulis: AdminTb