BOGOR, (TB) – Calon Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta kepada semua relawan Pasangan Calon (Paslon) Bupati Bogor, nomor urut 1 agar tidak jumawa dan tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

Hal itu ditegaskan Rudy Susmanto saat menghadiri Konsolidasi Tim Penggerak Relawan Bersama Heri Gunawan (Berguna) di Kecamatan Ciampea, pada Sabtu (2/11/24) kemarin.

“Saya meminta dan mengingatkan kepada para relawan agar tidak melakukan beberapa hal. Yang pertama adalah rasa malas, kedua adalah percaya diri terlalu tinggi,” kata Rudy Susmanto.

Politisi Partai Gerindra itu juga menjelaskan alasan hal tadi tidak boleh dilakukan, karena Pileg dan Pilpres merupakan hal yang berbeda dengan Pilkada. Pada Pileg dan Pilpres, kata Rudy, jumlah TPS nya lebih banyak.

Sementara pada Pilkada ini setengah dari TPS pada Pilpres dan Pileg akan hilang. Sehingga, antusiasme warga akan berkurang karena TPS yang semua dekat rumah bisa saja menjadi jauh.

“Kenapa saya ngomong seperti itu, Pemilu Legislatif, Pilpres itu berbeda dengan Pilkada. Karena jumlah TPS berbeda, bahkan hilang separuhnya. Yang tadinya buka pintu rumah kelihatan, disana ada TPS. Tapi pada Pilkada TPS nya itu hanya ada di setiap RW saja. Jadi yang tadinya ada 10, tinggal 5,” jelasnya.

“Akhirnya kita mau keluar rumah malas dan mereka tidak datang ke TPS karena Rudy-Jaro mah sudah pasti menang gak usah ke TPS juga. Mending saya dirumah dan ngopi,” sambungnya.

Maka, lanjut Rudy, dengan terlalu percaya diri bahwa Paslon nomor urut 1 akan memenangkan Pilkada, akhirnya akan menurunkan partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS.

“Itu baru satu, tapi ternyata kalau semua masyarakat punya pemikiran yang sama, akhirnya sama-sama tidak datang ke TPS dan tidak milih karena terlalu percaya diri,” tegasnya.