DEPOK, (TB) — Usulan pembangunan flyover di Jalan Margonda kembali mengemuka sebagai langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang telah lama menghantui masyarakat Kota Depok. Gagasan tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen, salah satunya Ketua Relawan Bolone SS, Yopi Setyabudi, yang menilai flyover sebagai solusi paling realistis saat ini.

Menurut Yopi, kondisi lalu lintas di Margonda sudah terlalu padat dan tidak bisa lagi hanya mengandalkan penataan kecil atau kebijakan rekayasa lalu lintas semata.

“Ide ini sangat cemerlang dan patut kita dukung bersama. Dengan adanya flyover, Depok akan terlihat lebih baik dan lebih maju,” ujarnya, Kamis (20/11).

Ia menambahkan, dampak kemacetan telah dirasakan masyarakat selama puluhan tahun, mulai dari terbuangnya waktu, polusi udara, hingga pemborosan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat kendaraan yang mengantre panjang.

“Selama 20 tahun terakhir, tidak ada pembangunan jalan yang signifikan, apalagi solusi konkret untuk mengurai kemacetan di Margonda. Masyarakat sudah jenuh dengan kemacetan yang seolah tidak pernah berakhir,” tegasnya.

Yopi juga mengajak seluruh warga Depok untuk mendukung inisiatif yang tengah dikaji Pemkot Depok ini. Menurutnya, dukungan publik sangat diperlukan agar proyek strategis ini dapat segera diwujudkan.

Ia meyakini bahwa pembangunan flyover tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga meningkatkan citra Kota Depok sebagai kota modern yang serius menata transportasi.

Dengan semakin banyak dukungan dari masyarakat, pemerhati transportasi, dan kelompok relawan, harapan terwujudnya flyover Margonda kian besar. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang efektif untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Depok. (Hetti)