CITEUREUP, (TB) – Program Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Kabupaten Bogor untuk infrastruktur di Kecamatan Citeureup telah semuanya diterima oleh Pemerintah Desa.

Bantuan keuangan yang lebih populer dengan istilah Satu Miliar Satu Desa (Samisade) itu merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Bogor untuk tahun anggaran 2022 diduga banyak menimbulkan masalah di lapangan.

Salah satunya bantuan tersebut di beberapa kecamatan banyak pelaksanaannya yang hingga awal tahun 2023 ini belum juga rampung.

Salah satu contoh, dari pantauan media ini di lapangan, di beberapa Desa di Kecamatan Citeureup hingga saat ini realisasi atau pengerjaannya masih berlangsung.

Gambar salah satu papan kegiatan realisasi Samisade di Desa Sanja untuk pembuatan saluran drainase yang anggarannya cukup fantastis (photo/sto)

Menjadi aneh dan patut dipertanyakan? Pasalnya, kok bisa anggaran Samisade tahun 2022 itu belum selesai juga hingga sekarang. Pertanyaannya juga bagaimana desa membuat pelaporan  realisasi kegiatan tersebut jika sudah berganti tahun anggaran.

Darmawan, salah satu Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tangkil yang diwawancarai media ini mengatakan bahwa keterlambatan realisasi di desa nya itu lebih kepada disebabkan dana Samisade tahap 2 yang telat pencairannya.

” Jadi gmn ya, kan dana Samisade itu cairnya di akhir tahun. Jadi mau tidak mau kita merealisasikannya di awal tahun ini (2023),” ucap Darmawan.

“Untuk pelaporan sendiri, sebenarnya kita masih agak bingung. Namun arahan dari kecamatan harus tetap sesuai dengan saat realisasi. Namun tetap dimasukkan ke anggaran tahun 2022,” sambungnya.