PESAWARAN, (TB) – Kepolisian Resor Pesawaran menunjukkan sikap humanis dengan memenuhi permintaan keluarga almarhum EJ pasca prosesi pemakaman. Ungkapan syukur dan terima kasih pun disampaikan sang ibu, Martini, kepada jajaran kepolisian atas perhatian yang diberikan.

Martini mengenang putra bungsunya sebagai sosok yang santun, peduli sosial, dan rajin beribadah. Bahkan, semasa berada di dalam tahanan, almarhum dikenal tekun mengaji bersama rekan-rekannya.

“Alhamdulillah, meski anak saya sudah tiada, nama baiknya masih dikenang. Saya berterima kasih kepada Polres Pesawaran karena semua permintaan saya dipenuhi. Saya hanya meminta agar anak-anak di dalam tahanan tetap difasilitasi untuk beribadah, dan motor anak saya dikembalikan,” ujar Martini, Jumat (15/8/2025).

Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho menegaskan pihaknya telah melakukan penanganan secara cepat dan profesional. Saat EJ mengalami kejang, petugas segera membawanya ke RS GMC Pesawaran untuk mendapat pertolongan medis.

“Setibanya di rumah sakit, kondisi yang bersangkutan masih bernafas dan langsung ditangani tim medis. Namun kondisinya memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia. Seluruh proses juga disaksikan pihak keluarga yang hadir di rumah sakit,” jelas Kapolres.

Dokter RS GMC, dr. Intan, menambahkan EJ datang dalam keadaan lemah. Pemeriksaan medis dilakukan secara intensif, termasuk pijat jantung, namun tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Hasil pemeriksaan luar juga memastikan tidak ada tanda kekerasan di tubuh almarhum.

“Pemeriksaan dilakukan disaksikan langsung oleh orang tua dan kakak almarhum yang juga tenaga kesehatan. Tidak ada memar atau luka. Kondisi meninggal murni karena faktor medis,” ungkap dr. Intan.

Dengan keterbukaan informasi serta sikap empati, Polres Pesawaran berharap keikhlasan keluarga dapat menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi musibah. (Oby)

A
Penulis: AdminTb