DEPOK, (TB) — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Depok menyoroti lambatnya tindak lanjut usulan pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap hari di sekolah-sekolah sebagai langkah preventif menekan maraknya tawuran remaja.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, menyebut bahwa persoalan tawuran pelajar di Depok masih menjadi pekerjaan rumah serius meskipun berbagai langkah pencegahan telah dijalankan pemerintah.
“Memang tawuran ini sangat meresahkan. Berbagai upaya sudah dilakukan, seperti patroli keamanan, tapi masih saja terjadi,” ujar Siswanto, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, jika langkah represif maupun preventif tidak cukup efektif, maka diperlukan pendekatan ideologis dan moral untuk membangun kesadaran para remaja.
“Kami di Fraksi PKB mengusulkan agar Pemkot memutar lagu Indonesia Raya setiap hari. Tujuannya menanamkan nasionalisme dan semangat Bhinneka Tunggal Ika di kalangan masyarakat, khususnya remaja,” jelasnya.
Politikus PKB ini meyakini, kebiasaan mendengarkan dan menyanyikan lagu kebangsaan mampu menumbuhkan rasa persatuan serta mengikis perilaku agresif antar pelajar.
“Banyak faedah dari pemutaran lagu kebangsaan. Ini bisa menumbuhkan rasa toleransi dan tenggang rasa. Kalau lagu Indonesia Raya diputar rutin di sekolah, pelajar akan lebih sadar pentingnya menghormati sesama anak bangsa,” tambahnya.
Siswanto juga menilai, lambannya eksekusi usulan ini perlu menjadi perhatian Pemkot Depok. Padahal, katanya, usulan tersebut sebelumnya sudah direspons positif oleh Wali Kota Depok, Supian Suri.
“Seingat saya, Pak Wali menilai ini usulan baik dan akan segera dikaji. Kalau memang bermanfaat, kami berharap segera dieksekusi. Secara teknis mudah, cukup dengan surat edaran,” ungkapnya.