PESAWARAN, (TB) - Kabupaten Pesawaran menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran mengikuti Visitasi dan Presentasi Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Acara penting ini berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting pada Jum’at, (14/11/2025), menjadi bagian dari penilaian tahunan yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Lampung.

Saya ingat betul betapa pentingnya informasi bagi masyarakat. Akses terhadap informasi yang benar dan akurat adalah kunci untuk partisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Dan Pesawaran sepertinya menyadari betul hal itu.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekeubang, Zainal Abidin, mewakili Bupati Pesawaran, membuka acara ini. Ia menegaskan bahwa E-Monev adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

"Pemkab Pesawaran mendukung penuh pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik ini. Kami berupaya mengutamakan keterbukaan informasi dalam berbagai format kegiatan, baik untuk memotivasi segenap Perangkat Daerah maupun mengedukasi masyarakat dalam mengakses informasi publik," ujar Zainal, Jum'at (14/11/2025).

Zainal berharap E-Monev 2025 dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka, jujur, dan berintegritas, demi kesejahteraan masyarakat Lampung, khususnya Pesawaran. Pemkab Pesawaran, lanjutnya, siap menerima seluruh masukan dan rekomendasi dari KI Provinsi Lampung sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas layanan informasi publik.

Ketua KI Provinsi Lampung, Erizal, menyampaikan bahwa E-Monev ini merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti oleh 246 badan publik, termasuk Kabupaten Pesawaran yang lolos tahap presentasi.

Erizal mengapresiasi peningkatan pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) yang semakin baik tiap tahunnya, menegaskan komitmen utama Gubernur dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung transformasi digital.

"PPID menjadi garda terdepan, bukan hanya PPID Utama tetapi juga PPID desa, kecamatan, sekolah, dan puskesmas. Ke depan, PPID Utama diharapkan dapat membentuk PPID di tingkat desa agar proses monitoring mudah dilaksanakan," ungkapnya, Jum'at (14/11/2025).

Kepala Diskominfotiksan Pesawaran, Jayadi Yasa, selaku PPID Utama, menjelaskan bahwa proses E-Monev telah berlangsung selama tiga bulan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.