BOGOR, (TB) – Proyek pembangunan saluran air di Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, menuai sorotan warga. Pasalnya, saluran yang seharusnya mengalirkan air justru tergenang dan berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Pantauan Media ini di lokasi pada Kamis (2/10), air tampak menggenang di sepanjang saluran tanpa aliran yang lancar. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran warga akan munculnya penyakit demam berdarah (DBD) dan gangguan kesehatan lainnya.
Warga menduga genangan tersebut disebabkan oleh sistem kemiringan dan pembuangan akhir yang tidak dirancang dengan baik.
“Kalau hujan sedikit saja, air langsung penuh dan diam di situ. Bukannya ngalir, malah jadi genangan,” ujar seorang warga setempat.
Di tengah sorotan publik terhadap proyek tersebut, beredar tangkapan layar percakapan internal yang menampilkan pernyataan kontroversial dari Kepala UPT Irigasi Kelas 2A Wilayah Parung. Dalam pesan itu, sang pejabat menuding media “cari-cari kesalahan” terkait pemberitaan proyek irigasi di wilayahnya.
“Waduh pak, medianya cari-cari kesalahan. Tidak benar ada pengurangan volume,” demikian isi pesan yang diduga dikirim oleh Kepala UPT Irigasi tersebut pada Senin (29/9/25).
Dalam pesan yang sama, pejabat itu juga menjelaskan bahwa pekerjaan pondasi pasangan setinggi 1 meter dibuat dengan ukuran 0,5 x 0,5 meter.
“Untuk pasangan memang dibuat untuk yang dinding saluran yang masih tanah,” tulisnya lagi.
Pernyataan itu langsung menuai kritik dari sejumlah kalangan yang menilai sikap tersebut mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap peran media dan masyarakat dalam melakukan fungsi kontrol sosial.
“Media itu menjalankan fungsi kontrol publik. Kalau ada indikasi kekurangan volume atau dugaan penyimpangan pekerjaan, justru wajib diperiksa — bukan malah disalahkan,” ujar seorang aktivis antikorupsi di Bogor yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan pejabat UPT tersebut.
Sementara proyek pembangunan saluran air di Desa Tonjong masih menjadi perhatian warga dan penggiat sosial karena dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan sekitar. (Dev/Sto)