BOGOR, (TB)– Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 tahun ini tidak hanya menjadi panggung budaya dan pesta rakyat, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan semangat antikorupsi di tengah masyarakat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadir di Kabupaten Bogor melalui program Roadshow “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Juni 2025.

Salah satu momen utama dalam kegiatan ini adalah Deklarasi Antikorupsi yang dilakukan bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat acara Helaran Budaya HJB. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dan masyarakat untuk membangun pemerintahan yang bersih dan transparan serta menolak segala bentuk praktik korupsi.

“Kami memulai kemarin di SMPN 3 Gunung Putri, mengedukasi lebih dari 200 pelajar. Hari ini kami hadir di tengah masyarakat untuk membumikan semangat antikorupsi secara luas,” ujar Evi Handayani, Koordinator Roadshow KPK, Sabtu (14/6/2025).

Dalam roadshow ini, KPK menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti mobil edukasi antikorupsi, kuis pengetahuan, meja mewarnai ikon kejujuran, serta pemutaran film edukatif. Kegiatan ini tidak hanya berlangsung di pusat kota, tetapi juga menyentuh masyarakat desa seperti di Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa korupsi bisa merugikan siapa saja. Bahkan masyarakat bisa jadi korban tanpa sadar, misalnya membayar lebih untuk layanan publik yang seharusnya gratis,” ungkap Evi.

Menurut KPK, roadshow 2025 ini hanya digelar di delapan wilayah Jawa Barat: Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Purwakarta, Subang, Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka. Kampanye akan berlangsung hingga akhir Juli 2025.

Di lokasi acara, antusiasme warga begitu tinggi. Salah satunya adalah Novi, warga Pakansari, Cibinong, yang mengaku senang dan mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan ini.

“Ternyata hal-hal kecil yang biasa kita anggap sepele bisa termasuk gratifikasi atau korupsi. Lewat kegiatan ini saya jadi lebih paham dan sadar pentingnya menjauhi praktik korupsi,” ujarnya.

Selain mendapat edukasi, pengunjung juga memperoleh suvenir seperti stiker dan tumbler KPK. Namun yang terpenting, menurut Novi, adalah ilmu dan kesadaran baru soal integritas.