BOGOR, (TB) – Seorang guru honorer di Kabupaten Bogor, Rudi Manggala Saputra, dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Peduli Pendidikan oleh Media Harian Metropolitan pada ajang Metropolitan Award 2025 yang berlangsung di Ballroom Grande Padjajaran Hotel Bogor, Ahad (14/9). Penghargaan tersebut diserahakan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto mewakili Metropolitan.

Dalam keterangannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan pentingnya meneladani perjuangan para pendidik yang rela mengabdikan diri di pelosok.
“Pak Rudi adalah contoh nyata bahwa dedikasi dan kepedulian mampu mengubah masa depan anak-anak. Dari sebuah kelompok belajar kecil, kini berdiri sekolah negeri yang menjadi harapan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen terus mendukung para pendidik seperti beliau,” ujarnya.

 “Saya sangat mengapresiasi kepada sosok-sosok inspiratif diantaranya Rudy Manggala, seorang guru di kawasan Puncak yang mengabdi tanpa status PNS maupun PPPK, serta Ibu Ayya Susi Damayanti yang mendedikasikan diri mengurus anak-anak yatim piatu. Menurutnya, kalau saja di Kabupaten Bogor ada 20 orang seperti mereka, saya yakin masalah anak yatim piatu dan pendidikan selesai. Mereka melayani dengan hati tanpa jabatan apa pun, sementara saya melayani dengan jabatan, gaji, dan tunjangan,” ungkap Rudy.

Sosok Rudi Manggala Saputra awalnya memulai dari kelompok belajar kecil di Kampung Rawa Gede, Kecamatan Cisarua. Dengan semangat dan kegigihan, ia menggerakkan masyarakat sekitar untuk bersama-sama mendirikan sekolah agar anak-anak bisa belajar dengan layak.

Pertemuan tak terduga dengan Camat Cisarua saat itu, Udin Samsudin, membuka jalan bagi berdirinya SD Negeri Cikoneng. Melalui penggalangan dana dari desa, restoran, dan pihak swasta, terkumpul sekitar Rp47,5 juta untuk membangun gedung sekolah permanen.

Hanya dalam waktu tiga bulan, bangunan sekolah rampung dan resmi berubah status menjadi SD Negeri Cikoneng, satu-satunya sekolah yang berdiri di tengah perkebunan teh.

Kepala SDN Cikoneng Didi Suwardi menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan yang telah dilakukan.
“Alhamdulillah, ini sebuah keberhasilan dalam mendorong kebersamaan pendidik di tempat terpencil untuk selalu semangat dalam mengabdi,” ucapnya.

Sementara itu, Rudi Manggala Saputra sendiri mengaku terharu atas penghargaan yang diterimanya.
“Saya tidak pernah membayangkan akan mendapat penghargaan sebesar ini. Apa yang saya lakukan hanyalah bagian dari tanggung jawab sebagai pendidik di kampung saya. Harapan saya, anak-anak di pelosok juga bisa merasakan pendidikan yang sama dengan mereka yang tinggal di kota,” ungkapnya.

Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi bagi dedikasi guru honorer yang telah berjuang mewujudkan pendidikan inklusif di wilayah terpencil Kabupaten Bogor. (Sto)