DEPOK, (TB) - Inisiatif Pemerintah Kota Depok dalam mengatasi krisis pendidikan di wilayahnya patut diapresiasi. Langkah kolaboratif dengan sekolah-sekolah swasta melalui program Sekolah Swasta Gratis (SSG) telah menuai banyak pujian.

Program yang baru-baru ini diluncurkan ini menawarkan angin segar bagi banyak keluarga di Depok yang kesulitan membiayai pendidikan anak-anaknya. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak anak Depok yang berkesempatan mendapatkan pendidikan yang layak.

Jiacep salah satu koordinator Program Sekolah Swasta Gratis mengatakan bahwa sebanyak 5000 siswa menengah pertama akan sepenuhnya di biayai oleh APBD Kota Depok

“Sekolah gratis bukan lagi sekadar wacana. Ini langkah nyata menghadirkan keadilan akses pendidikan di Kota Depok,” ujar Jiacep, Koordinator Program SSG, Jumat (20/6).

Pihaknya mengatakan bahwa Sekolah Swasta Gratis merupakan trobosan dari Supian - Chandra yang wajib di apresiasi karena hal tersebut menjawab keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang saat ini menjadi momok setiap tahunnya

Pemerintah Kota Depok menggandeng sekolah swasta sebagai mitra resmi penyelenggara pendidikan gratis. Biaya operasional dan kegiatan pembelajaran ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.

Dinas Pendidikan Kota Depok bertugas mendistribusikan siswa secara merata ke sekolah-sekolah mitra, sehingga sekolah swasta tidak lagi perlu melakukan promosi maupun penerimaan siswa secara mandiri. Mereka kini menjadi bagian dari sistem pendidikan publik yang terintegrasi.

“Sekolah swasta kini menjadi pilar utama dalam mengatasi krisis daya tampung dan pemerataan pendidikan. Ini bentuk pengakuan atas kontribusi sektor swasta dalam mencerdaskan anak bangsa,” lanjut Jiacep.

Selain fokus pada peserta didik, program ini juga memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik. Pemerintah tengah mengupayakan pengangkatan guru-guru di sekolah mitra menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan profesi setara guru negeri.