PESAWARAN (TB) - Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., menyambangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Padang Manis, Kecamatan Way Lima. Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi, melainkan wujud kepedulian mendalam untuk memastikan setiap suapan yang diterima masyarakat, khususnya kelompok rentan, terjamin kualitas gizi, kebersihan, dan keamanannya.
Rombongan yang mendampingi Bupati Nanda pun tak main-main. Tampak hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfotiksan, serta Camat Way Lima. Kehadiran mereka menegaskan betapa seriusnya Pemkab Pesawaran dalam menangani isu gizi masyarakat.
Bupati Nanda menegaskan bahwa kunjungannya adalah implementasi komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mendukung program pemerintah pusat. Tujuannya jelas, yaitu peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan anak sekolah.
Dalam interaksinya dengan para petugas SPPG, Bupati Nanda berpesan agar mereka tak pernah lengah dalam menjaga kualitas bahan pangan dan kebersihan proses pengolahan. Beliau menekankan pentingnya menghindari bahan makanan yang mudah basi untuk mencegah potensi keracunan.
“Termasuk penggunaan bahan makanan dari hasil bumi lokal Pesawaran agar perekonomian masyarakat juga ikut tumbuh,” harap Bupati Nanda.
SPPG Padang Manis saat ini melayani tak kurang dari 3.960 penerima manfaat. Mereka terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta peserta didik dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA sederajat. Sebuah angka yang menunjukkan betapa vitalnya peran SPPG ini dalam kehidupan masyarakat Way Lima.
Dengan 47 karyawan yang memulai aktivitas memasak sejak pukul 01.00 dini hari, SPPG ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan yang terbaik. Distribusi makanan dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 10.30 pagi, menjangkau enam desa dan 24 sekolah. Bayangkan betapa sibuk dan penuh semangatnya suasana di dapur SPPG setiap harinya!
Andini, Ahli Gizi SPPG Padang Manis, menjelaskan bahwa proses memasak dilakukan dua kali untuk menjamin kesegaran dan kelayakan konsumsi makanan. Metode blanching juga diterapkan untuk memperlambat pembusukan sayuran dan mengurangi kadar airnya.
“Untuk porsi pagi, kami menyiapkan makanan bagi balita, anak PAUD, TK, dan siswa SD kelas 1 sampai 3. Sesuai arahan Bupati, kami juga menghindari bahan sayur yang mudah basi seperti tauge, bayam, dan kangkung,” jelasnya.