DEPOK, (TB) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mendorong kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Depok, aparat wilayah, perusahaan, dan komunitas masyarakat dalam upaya memulihkan ekosistem Sungai Cipinang.

Dalam kunjungannya ke Depok, Minggu (12/10), Hanif menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan perubahan nyata di lapangan. Diketahui, Sungai Cipinang memiliki panjang sekitar 39 kilometer dan melintasi tujuh kelurahan di wilayah Kota Depok.

“Kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolik, tetapi langkah nyata kolaborasi lintas wilayah. Kita akan bersama-sama menuntaskan pembersihan Sungai Cipinang dalam satu bulan, dimulai setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu,” ujar Hanif Faisol Nurofiq.

Hanif menjelaskan, program ini diharapkan menjadi contoh pemulihan ekosistem sungai perkotaan di Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sungai agar lebih positif.

“Kata sungai memberi makna bersih dan bermartabat. Kita ingin masyarakat melihat Sungai Cipinang sebagai sumber kehidupan, bukan tempat pembuangan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Perusahaan Gas Negara (PGN) turut memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti papan peringatan, trash boom, serta kendaraan pengangkut sampah. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik dan mempercepat proses pembersihan.

“Kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan seperti PGN menjadi contoh baik dalam pelestarian lingkungan. Kami ingin semua pihak ikut terlibat. Masyarakat tidak perlu khawatir, keamanan selama proses pembersihan akan kami pastikan,” ujar Hanif.

Hanif menargetkan, Sungai Cipinang sudah bersih dari sampah dan limbah pada 10 November 2025 mendatang.

“Kita tidak boleh hanya bicara atau membuat slogan. Pemerintah harus memberi contoh nyata. Kalau pemerintah turun langsung, masyarakat akan ikut menjaga lingkungannya,” tambahnya.