BOGOR – Kepadatan arus kendaraan terjadi di wilayah barat Kabupaten Bogor pada momen libur Idul Fitri 1447 H/2026. Peningkatan volume kendaraan terpantau di sejumlah titik, mulai dari Dramaga, Ciampea, hingga Leuwiliang.
Kondisi tersebut kembali memunculkan harapan masyarakat terhadap pembangunan Jalan Leuwiliang–Rancabungur atau Jalan Lingkar Leuwiliang 2 sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di ruas jalan arteri.
Septian Mubarok (30), warga Leuwiliang, mengatakan kemacetan di wilayah Bogor Barat sudah semakin parah dan merugikan aktivitas masyarakat, terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran.
“Bayangkan di momen Lebaran ini, kita terus terjebak macet di setiap persimpangan, mulai dari Leuwiliang hingga Dramaga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, pertumbuhan kawasan permukiman yang pesat tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas jalan. Ia mengaku telah merasakan perubahan tersebut sejak lama.
“Dari kecil saya tinggal di Leuwiliang, sekarang makin padat karena banyak perumahan, tapi jalan tidak bertambah lebar,” katanya.
Septian pun mendukung rencana pembangunan Jalan Leuwiliang–Rancabungur dan berharap proyek tersebut segera direalisasikan.
“Saya berharap jalan ini segera dibangun, supaya masyarakat tidak lagi harus macet-macetan dari Leuwiliang ke Dramaga,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tersebut dilakukan secara bertahap guna menghindari persoalan hukum di kemudian hari.