DEPOK, (TB) — Pemerintah Kota Depok bergerak cepat menyikapi krisis sarana belajar berupa meja dan bangku di SMP Negeri 3 Depok. Kekurangan mebel tersebut terjadi setelah rampungnya pembangunan dan renovasi gedung sekolah yang berdampak pada bertambahnya jumlah ruang kelas.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Meski demikian, ia menilai situasi ini masih dapat dimaklumi mengingat proses pembangunan dan renovasi gedung sekolah baru saja selesai.

“Secara pribadi saya prihatin, namun kondisi ini masih bisa dimaklumi karena SMP Negeri 3 baru saja menyelesaikan tahap pembangunan atau renovasi gedung,” ujar Siswanto, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, krisis mebel terjadi karena proses rehabilitasi gedung tidak dilakukan secara bersamaan dengan pengadaan perlengkapan kelas. Renovasi gedung berada di bawah kewenangan dinas teknis, sementara pengadaan meja dan bangku menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan.

“Renovasi dan pengadaan mebel tidak dalam satu paket. Karena keterbatasan anggaran, saat itu yang diprioritaskan adalah renovasi gedung, sementara pengadaan mebel masih dalam tahap perhitungan,” jelasnya.

Selama masa rehabilitasi, kegiatan belajar mengajar SMP Negeri 3 Depok sempat dipindahkan ke SMP Negeri 4 Depok dengan sistem masuk siang.

Mebel lama turut dipindahkan untuk menunjang kegiatan belajar sementara.
Namun, persoalan muncul setelah renovasi selesai. Jumlah ruang kelas bertambah signifikan dari 10 menjadi 17 kelas, sementara ketersediaan meja dan bangku tidak bertambah. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya mebel lama yang rusak dan tidak lagi layak digunakan.

“Ketika mebel dikembalikan, jumlahnya tidak mencukupi. Ditambah lagi sebagian besar sudah dalam kondisi tidak layak pakai,” ungkap Siswanto.

Menurutnya, kebutuhan meja dan bangku bersifat sangat mendesak karena berdampak langsung pada kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar. Bahkan, Ketua DPRD Kota Depok bersama jajaran telah meninjau langsung kondisi sekolah untuk memastikan situasi di lapangan.