DEPOK, (TB) – Dalam rangka mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok kembali melakukan langkah konkret dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pada Jumat (9/1/2026), Rutan Kelas I Depok melaksanakan tes urine secara menyeluruh terhadap seluruh pegawai dan warga binaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Kelas I Depok untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan mendukung program nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Pelaksanaan tes urine dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, yang turut menyediakan tenaga medis serta fasilitas pemeriksaan sesuai standar nasional. Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara profesional dan transparan, mulai dari pendaftaran peserta, pengambilan sampel urine, hingga proses analisis yang diawasi langsung oleh petugas dari kedua instansi.

Tidak ada satu pun pegawai maupun warga binaan yang dikecualikan dalam kegiatan ini. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak adanya praktik penyalahgunaan narkoba di lingkungan Rutan Kelas I Depok.

Usai pelaksanaan pemeriksaan, hasil tes urine menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba. Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat atas hasil yang dinilai sangat menggembirakan tersebut.

“Kami sangat bangga karena hasil tes urine menunjukkan seluruh peserta, baik pegawai maupun warga binaan, dinyatakan negatif narkoba,” ujar Agung Nurbani.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan cerminan dari komitmen bersama dalam membangun lingkungan rutan yang sehat dan berintegritas.

“Hasil ini bukan kebetulan. Selama ini kami secara konsisten melakukan edukasi, penyuluhan tentang bahaya narkoba, serta menanamkan nilai integritas dan disiplin kepada seluruh pegawai dan warga binaan,” jelasnya.

Meski demikian, Agung menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lengah dan tetap menjadikan tes urine sebagai agenda rutin pengawasan dan pencegahan.