BOGOR – Ketua KNPI Kecamatan Rancabungur, Gugum Gumelar, mendorong percepatan pembangunan Jalan Lingkar Leuwiliang–Rancabungur agar masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun 2026–2027.

Menurut Gugum, proyek infrastruktur tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang konektivitas wilayah, khususnya menjadikan Rancabungur sebagai kawasan penyangga antara Kota Bogor dan wilayah Bogor Barat.

“Mengingat Rancabungur ke depan akan menjadi penyangga antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor bagian barat, akses antarwilayah ini sangat penting,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, pembangunan jalan lingkar tidak hanya berdampak pada peningkatan mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan pengembangan wilayah.

Di sisi lain, persoalan kemacetan yang hingga kini belum terurai menjadi alasan mendesak perlunya pembangunan jalur alternatif tersebut.

“Kemacetan masih menjadi problem utama. Karena itu, kami berharap pembangunan jalan ini mendapat perhatian serius dan bisa segera direalisasikan,” katanya.

Sebelumnya, kepadatan lalu lintas terjadi di wilayah barat Kabupaten Bogor selama momen libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Lonjakan volume kendaraan terpantau di sejumlah titik, mulai dari Dramaga, Ciampea, hingga Leuwiliang.

Kondisi tersebut memicu harapan masyarakat terhadap kehadiran Jalan Leuwiliang–Rancabungur atau Jalan Lingkar Leuwiliang 2 sebagai jalur alternatif guna mengurai kemacetan di ruas jalan utama.

Warga Leuwiliang, Septian Mubarok (30), mengungkapkan bahwa kemacetan di kawasan Bogor Barat semakin parah dan menghambat aktivitas masyarakat.