BOGOR, (TB) - Gelombang kekecewaan membanjiri Parungpanjang. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pagedangan melayangkan kritik tajam terhadap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bogor, Bayu Rawanto. Pemicunya? Pernyataan Kadishub yang berencana mempolisikan warga yang berani memprotes penegakan jam tayang truk tambang di wilayah perbatasan Tangerang - Bogor. Sikap ini dinilai arogan dan jauh dari citra seorang pejabat publik yang seharusnya melindungi dan mendengarkan suara rakyat.
Pernyataan Kadishub Bayu Rawanto dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap aspirasi masyarakat. Padahal, warga Parungpanjang selama ini merasakan dampak langsung dari aktivitas truk tambang yang melintas, mulai dari kerusakan jalan, polusi udara, hingga potensi kecelakaan lalu lintas.
Ketua KNPI Pagedangan, Saeful Millah, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, ancaman mempolisikan warga yang menyampaikan aspirasi adalah tindakan yang tidak pantas dan menciderai demokrasi. Seharusnya, Kadishub membuka dialog dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik, bukan malah mengintimidasi.
"Kami sangat menyayangkan pernyataan Kadishub. Seharusnya, beliau lebih bijak dalam menanggapi keluhan masyarakat. Kami mendukung penuh aksi protes warga Parungpanjang yang ingin menyampaikan aspirasinya," tegas Saeful kepada Wartawan, Rabu (17/09)
KNPI Pagedangan juga mempertanyakan efektivitas penegakan jam tayang truk tambang yang selama ini dilakukan. Pasalnya, meskipun ada aturan jam tayang, truk-truk tersebut masih sering terlihat melintas di luar jam yang ditentukan, terutama pada malam hari.
"Kami menduga ada praktik pungutan liar atau oknum yang bermain mata dengan para sopir truk tambang. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat Parungpanjang," imbuh Saeful.
Aksi protes warga Parungpanjang terhadap aktivitas truk tambang memang sudah berlangsung lama. Mereka menuntut agar pemerintah daerah lebih serius dalam menertibkan aktivitas pertambangan dan memastikan bahwa perusahaan tambang bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Kondisi jalan di Parungpanjang semakin memprihatinkan akibat dilalui oleh truk-truk tambang yang bermuatan berat. Jalanan berlubang dan berdebu, sehingga mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, polusi udara yang disebabkan oleh debu tambang juga menjadi masalah serius. Banyak warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan dan penyakit lainnya akibat polusi udara.