SURABAYA, (TB) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Indonesia melalui program Digitalisasi Pembelajaran. Program ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam percepatan transformasi sistem pendidikan nasional.
Salah satu langkah strategisnya adalah distribusi 288.000 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2025, termasuk lebih dari 64.000 unit untuk jenjang PAUD. Teknologi IFP memungkinkan proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan setara, bahkan di wilayah terpencil sekalipun.
“Melalui digitalisasi, anak-anak di seluruh daerah kini dapat mengakses konten pembelajaran yang sama dengan anak-anak di kota besar,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran di Surabaya, Rabu (17/9).
Namun, Wamen Fajar menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan juga oleh kompetensi guru dalam memanfaatkan perangkat secara efektif. “Perangkat ini jangan sampai hanya jadi pajangan. Guru tetap menjadi aktor utama dalam menciptakan suasana belajar yang bermakna,” ujarnya.
Tak hanya menyediakan perangkat, pemerintah juga meluncurkan skema pelatihan untuk penguatan kapasitas guru. Direktorat PAUD menggelar bimbingan teknis secara luring dan daring untuk puluhan ribu satuan PAUD penerima IFP, serta menghadirkan 10 topik webinar seputar pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran anak usia dini.
Hingga Agustus 2025, sebanyak 150 fasilitator nasional telah dilatih, dan pada pekan ini, pelatihan digelar serentak di tiga kota: Surabaya, Bogor, dan Padang, melibatkan ratusan satuan PAUD.
Wamen Fajar juga mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak. “Menurut riset, waktu maksimal anak usia dini menatap layar adalah satu jam. Interaksi fisik dan aktivitas motorik tetap harus menjadi bagian utama dari pembelajaran,” tambahnya.
Digitalisasi Pembelajaran, lanjutnya, bukan sekadar soal distribusi perangkat, tapi juga membangun ekosistem pembelajaran digital yang utuh, termasuk konten, strategi pedagogis, serta lingkungan belajar yang mendukung.
Sebagai pendukung utama program ini, Kemendikdasmen juga menyiapkan program beasiswa guru PAUD, Program Profesi Guru (PPG), dan revitalisasi satuan pendidikan melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.