BOGOR, (TB) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan enam unit sekolah baru (USB) jenjang SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Bogor pada tahun 2026. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menghadiri peluncuran kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Hambalang, Kabupaten Bogor.

Menurut Dedi, pembangunan sekolah negeri baru ini merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan menengah atas di daerah yang jumlah penduduknya sangat besar.

“Kami minta dukungan dari Pemkab Bogor untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, khususnya lahan dan kelengkapan dokumen, agar rencana pembangunan enam USB ini bisa direalisasikan,” ujar Dedi kepada wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 1 Kabupaten Bogor, H. Cucu Salman, M.Ag, mengungkapkan bahwa saat ini di Kabupaten Bogor sudah terdapat 45 SMA Negeri, 11 SMK Negeri, dan satu SLB Negeri yang tersebar di 40 kecamatan.

“Saat ini juga sudah ada dua sekolah baru yang mulai dibangun, yaitu SMA Negeri 1 Kemang dan SMA Negeri 3 Jonggol,” kata Cucu.

Cucu menjelaskan bahwa pembangunan sekolah negeri baru dimulai dari usulan warga yang disampaikan melalui jalur pemerintahan desa, kecamatan, hingga kabupaten. Usulan tersebut kemudian diteruskan oleh KCD ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Bogor dan perangkat daerah terkait agar usulan pembangunan USB sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap usulan pendirian sekolah negeri baru harus disertai ketersediaan lahan fasum milik pemerintah daerah atau provinsi. Setelah disurvei oleh KCD dan dinyatakan layak, lahan tersebut akan diproses hibahnya kepada Pemprov Jabar untuk keperluan pembangunan sekolah.

“Ketersediaan lahan jadi syarat utama. Jika ada fasum yang bisa digunakan dan didukung usulan masyarakat, kami akan survei dan tindak lanjuti bersama Disdik Jabar,” pungkas Cucu. (Red)