BOGOR, (TB) - Pembangunan Jembatan Ciparigi yang menghubungkan ruas Jalan Cibeber-Malasari menunjukkan progres yang menggembirakan. Bobby Wahyudi, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg, bersama timnya turun langsung pada Senin (17/11/2025) untuk memantau perkembangan proyek vital ini. Sebuah angin segar bagi warga yang selama ini menantikan akses yang lebih baik.

Berdasarkan pantauan, pembangunan jembatan ini melampaui target yang ditetapkan. Padahal, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan.

“Alhamdulillah perkembangan cukup baik. Semoga tidak lama lagi semuanya rapi. Setelah ini juga akan ada tahapan peningkatan seperti pembersihan dan pekerjaan pendukung lainnya,” ujar Bobby.

Pembangunan jembatan ini bukan hanya sekadar proyek fisik, tapi juga simbol harapan dan peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat setempat. Bobby Wahyudi tak lupa menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin daerah atas dukungan penuh yang diberikan.

“Terima kasih kepada Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati. Dengan adanya jembatan ini, akses menuju Desa Malasari maupun Curugbitung, terutama Kampung Malasari, akan semakin baik. Pembangunan jalan dan jembatan ini sangat dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Nanggung, khususnya warga Desa Malasari,” tambahnya.

Di balik kemajuan yang signifikan ini, ada tantangan yang menghadang. Koko Komaludin, pelaksana dari PT Arcido Artha Multimodo, mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi di lapangan.

“Kami dihadapkan pada fenomena alam, yakni hujan, dan kesulitan memperoleh bahan seperti split dan pasir beton. Harga split yang biasanya Rp280 ribu per kubik kini bisa mencapai Rp550 ribu per kubik, itu pun sulit didapat,” jelas Koko.

Cuaca ekstrem dan lonjakan harga material menjadi ujian tersendiri bagi kelancaran proyek. Bayangkan, harga material hampir dua kali lipat! Namun, semangat untuk menyelesaikan jembatan ini tak surut.

“Hingga saat ini pekerjaan telah mencapai 60 persen. Walaupun cuaca tidak mendukung dan harga material melonjak, kami tetap konsisten menyelesaikan jembatan ini,” ujar Koko.