PESAWARAN, (TB) - Dana APBN senilai Rp195 juta yang seharusnya mengalirkan harapan bagi para petani di Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, kini justru berpotensi menjadi sumber kekecewaan. Proyek peningkatan jaringan irigasi yang dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Bina Tani, diduga kuat dikerjakan asal-asalan.

Kondisi di lapangan sungguh memprihatinkan. Jaringan irigasi yang seharusnya kokoh dan berfungsi optimal, justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum sempat dialiri air. Retakan menghiasi sejumlah bagian, dan yang lebih mengkhawatirkan, bantalan dudukan irigasi hanya ditimbun dengan tanah tanpa pondasi yang memadai. Ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan irigasi.

Seorang warga Desa Sindang Garut, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengungkapkan kekhawatiran mendalam. Dia menyaksikan sendiri bagaimana proyek ini dikerjakan dengan kualitas yang sangat meragukan.

"Kalau nanti sudah dialirkan air, pasti kebawa tanahnya. Ini bisa jebol irigasinya, karena pondasinya cuma tanah biasa,” kata warga tersebut kepada awak media ini, Kamis (6/11/2025).

Upaya konfirmasi dari media menemui jalan buntu. Kepala Desa Sindang Garut tidak berada di kantor saat hendak ditemui. Yudi Astoro, pihak Gapoktan yang merangkap sebagai BUMDes Rajawali Sindang Garut, juga tidak berhasil dihubungi. Pesan WhatsApp yang dikirimkan hanya menunjukkan tanda dibaca tanpa balasan.

Kini, harapan warga Desa Sindang Garut tertumpu pada Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Mereka mendesak agar dinas terkait segera turun tangan untuk meninjau ulang proyek yang sarat akan kejanggalan ini. Dugaan kuat adanya markup anggaran dan ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi menjadi alasan utama mengapa intervensi pemerintah sangat dibutuhkan.

"Kami minta Pemkab Pesawaran turun langsung, Kalau proyek seperti ini dibiarkan yang rugi ya masyarakat. Air tidak bisa mengalir dengan baik dan uang negara terbuang percuma,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak desa dan ketua gapoktan Sindang Garut belum berhasil dikonfirmasi. Masyarakat menanti dengan cemas, berharap ada tindakan nyata yang dapat menyelamatkan irigasi mereka dari potensi kehancuran. (Oby)