DEPOK, (TB) – Rencana pembangunan Flyover Margonda yang ditargetkan dimulai pada tahun 2026 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mendapat apresiasi luas, termasuk dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo.
Menurut Edi, proyek ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mengatasi kemacetan yang telah lama menjadi keluhan masyarakat. Ia menyebut Wali Kota Depok bersama Kepala Dinas PUPR Citra Indah Yulianty telah aktif melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat demi mendorong percepatan pembangunan.
“Insyaallah tahun 2026 proyek ini bisa dimulai. Pak Wali dan Bu Kadis tidak tinggal diam, mereka jemput bola ke pusat dan alhamdulillah sambutannya sangat positif,” ujar Edi, Kamis (24/7/2025).
Flyover Margonda telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), namun sempat terhambat karena minimnya inisiatif dari daerah. Kini, lanjut Edi, Pemkot Depok mengambil langkah konkret dengan mengusulkan skema pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
“Meski ini proyek pusat, tanpa inisiatif daerah, realisasinya bisa tersendat. Usulan pembiayaan ini menunjukkan komitmen nyata Pemkot,” jelasnya.
Tak hanya soal lalu lintas, Edi menekankan potensi ekonomi dari pembangunan flyover, khususnya bagi pelaku UMKM. Ia menyebut bahwa kelancaran mobilitas akan memicu pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.
“Kemacetan bukan cuma soal kendaraan, tapi juga ekonomi yang tertahan. Kalau arus kendaraan lancar, aktivitas belanja dan UMKM pun ikut hidup,” katanya.
Edi juga menyoroti pentingnya penataan kawasan yang inklusif dan pro-rakyat. Menurutnya, pembangunan flyover harus memberi ruang bagi pedagang kaki lima, warung kopi, dan toko kecil untuk berkembang.
“Flyover memang bangunan fisik, tapi dampaknya bisa sampai ke dapur warga. Harus ada ruang usaha yang terintegrasi dengan transportasi umum dan perlindungan bagi pelaku usaha kecil,” ucapnya.