BANDUNG, (TB) – Komitmen Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor dalam mendukung kemajuan olahraga pelajar inklusif kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata kepada para atlet disabilitas yang berlaga di ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) IV Jawa Barat 2025 di Kota Bandung.
Sebanyak 18 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bogor, yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan juga pengurus Bapopsi Kabupaten Bogor, hadir langsung di arena pertandingan untuk memberikan dukungan moral serta apresiasi kepada para atlet difabel yang mewakili Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) NPCI Kabupaten Bogor.
Kehadiran mereka menjadi bukti konkret sinergi antara dunia pendidikan dan pembinaan olahraga pelajar disabilitas yang semakin kuat.
“Kami datang langsung bukan sekadar memberikan semangat, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa dunia pendidikan sangat peduli terhadap perjuangan anak-anak hebat ini. Mereka adalah inspirasi bagi kita semua,” ujar Ketua MKKS SMP Kabupaten Bogor, Dedi Budi Sumardi, saat ditemui di lokasi pertandingan, Rabu (1/10).
Dedi menambahkan bahwa dukungan ini sejalan dengan misi pendidikan inklusif yang tengah digaungkan oleh Disdik Kabupaten Bogor, di mana setiap anak — tanpa terkecuali — harus mendapatkan ruang untuk berkembang dan berprestasi.
“Semangat mereka dalam menghadapi keterbatasan adalah pelajaran berharga tentang ketangguhan, kerja keras, dan tidak mudah menyerah. Ini adalah nilai-nilai yang sangat relevan dengan tujuan pendidikan karakter,” lanjutnya.
Selain memberikan dukungan langsung, para kepala sekolah juga menyerahkan uang kadeudeuh sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet yang berhasil menyumbangkan medali bagi Kabupaten Bogor. Meskipun nilainya tidak besar, Dedi menyebut bahwa perhatian seperti ini sangat berarti dalam membangun rasa percaya diri para atlet.
Dukungan penuh dari MKKS dan Disdik Kabupaten Bogor ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk dari internal Bapopsi. Omay Komarudin, selaku Bidang Monitoring dan Evaluasi Bapopsi Kabupaten Bogor, menyatakan bahwa kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua sangat penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet pelajar yang berkelanjutan.
“Setiap medali yang diraih bukan hanya hasil kerja keras individu, tapi juga cerminan dari pembinaan yang berjalan baik. Ke depan, sinergi ini perlu terus diperkuat agar para atlet disabilitas kita semakin berkembang dan bisa bersaing di level nasional,” ungkap Omay.