BOGOR, (TB) – Sekretaris Jenderal
DPK KNPI Kecamatan Jasinga,
Agung Setyana Rahman ikut mengkritisi hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Jasinga tahun 2025 yang kini menjadi sorotan publik sejagat raya Kabupaten Bogor.

Dirinya merasa kecewa hasil Musrenbang yang telah dilaksanakan pada Rabu (5/2/2025) lagi dan lagi membuat geram berbagai pihak. Dari hasil yang didapat, kata dia, SDN Pangradin 01 tidak masuk kedalam sasaran Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Merasa kecewa setelah mengetahui hasil Musrenbang,
pasalnya SDN Pangradin 01 tidak
masuk dalam sasaran RKPD Kecamatan Jasinga, padahal melihat kondisi sekolah sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya kepada wartawan dalam diskusi ringan, Jumat (7/2).

Memiliki dasar yang relevan, pondasi sekolah terlihat sudah terkelupas dan bebatuan mulai bermunculan.

Agung menambahkan, ruangan sekolah sudah termakan usia ini dikhawatirkan ambruk jika melihat situasi cuaca di musim penghujan.

“Karena pondasi bangunan sudah mulai runtuh karena dimakan usia karena ruang kelas tersebut terakhir di rehab tahun 2010 sekitar 15 tahun yang lalu, mengingat cuaca akhir-akhir ini di musim penghujan sangat khawatir terjadi roboh dan takut memakan korban,” jelasnya.

Sebelumnya, para pemuda yang
melakukan walk out pada Musrenbang lantaran tidak puas terhadap realisasi program yang dianggap bersifat seremonial belaka.

Ketua Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Kabupaten Bogor, Didin Ra Dien pun ikut menyoroti substansi dalam Musrenbang yang dilaksanakan. Bahkan, tak tanggung-tanggung dia langsung menunjuk keterwakilan Bappedalitbang.

“Jadi catatan kepada Bappedalitbang usulan yang
terpampang disini datanya darimana? Karena dilihat dari history musyawarah ini tidak mengcover apa yang dibutuhkan dibawah, sementara disini kita lihat ini adalah kutipan daripada SIPD-RI bukan yang diusulkan dan diserap dari masyarakat bawah,” tegas Ra Dien.