DEPOK, (TB) – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan menyampaikan akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) perdana, pada bulan Oktober 2021. PTMT secara resmi akan digelar untuk tingkat TK, SD, dan SMP, hal tersebut di ungkapkan mengingat kondisi Kota Depok yang terus menurun angka penderita covid

“Iya Oktober ini akan mulai menggelar PTMT, rata rata sih Insya Allah semua (sekolah-red) siap. Cuman memang harus ditekankan penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada anak didik, guru, dan orangtua murid terkait antar jemputnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Wijayanto, kepada awak media

Saat ini, pihaknya, kata Wijayanto sedang melaksanakan simulasi PTMT di 22 SDN dan 6 SMPN se Kota Depok.

Sekolah yang mengikuti simulasi PTMT selama dua hari yaitu Selasa 28 September hingga Rabu 29 September dipilih oleh Disdik Depok sebagai perwakilan dari sekolah yang berada di Barat, Timur, Selatan dan Utara Kota Depok.

“Peserta simulasi PTMT ini yaitu 22 SDN dan 6 SMPN kita yang pilih. Mereka adalah perwakilan setiap sekolah swasta dan negeri yang kita pilih acak diseluruh wilayah Kota Depok,” kata Wijayanto.

Sementara itu masyarakat Kota Depok menyambut gembira rencana Pemerintah yang akan segera melakukan pembelajaran tatap muka,karena menurut Endang dirinya mengatakan sudah 2 tahun ini anak selalu belajar secara daring tanpa bisa mengenal kawan-kawannya hal tersebut tentu akan berdampak pada psikologis anak karena kurangnya bersosialisasi.

“Kalau saya pribadi sangat setuju kasihan anak tidak pernah tau sekolahnya buat siswa baru dan kawan-kawannya belum lagi kalau dalam pembelajaran ada yang tidak mengerti, aduh repot pokonya,” ucap endang salah satu warga sukmajaya.

Seperti di ketahui bahwa dalam proses pembelajaran tatap muka seluruh siswa harus mengikuti prokes sangat sangat ketat
Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor: 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Perwal yang dikeluarkan pada 20 September ini mengatur sejumlah hal terkait pelaksanaan PTMT. Antara lain jumlah siswa untuk PAUD sebanyak 10 siswa sedangkan SD hingga SMA paling banyak 20 siswa per kelas. Pelaksanaan PTMT pada masa transisi hanya diperkenankan dua hari dengan durasi 120 menit.