BOGOR, (TB) - Seorang warga Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Mulyadi, mengaku kecewa terhadap pelayanan yang ia terima di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR. KH. Idham Chalid Ciawi. Dalam kondisi tubuh yang sangat lemah akibat diare akut, Mulyadi datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut pada Kamis malam (5/6/2025), namun tidak mendapatkan perawatan inap yang memadai.

“Saya datang dengan kondisi sudah lemas, bahkan harus dipapah. Setelah diinfus, saya hanya diobservasi sekitar dua jam dan disuruh pulang,” tutur Mulyadi saat ditemui tim BOGOR24JAM pada Selasa (10/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa proses pemasangan infus pun sempat mengalami kendala. “Petugas medis beberapa kali gagal memasukkan jarum. Baru berhasil di percobaan kelima,” tambahnya.

Keesokan paginya, karena kondisi tubuhnya semakin memburuk, Mulyadi memutuskan untuk berobat ke RS Juliana Tajur. Di rumah sakit tersebut, ia langsung mendapatkan tindakan medis dan dirawat inap selama empat hari.

“Dokternya di RS Juliana malah kaget, kenapa saya semalam nggak langsung dirawat. Padahal kondisi saya sudah parah,” jelas Mulyadi, yang akrab disapa Damuy.

Keluhan Mulyadi ini pun mendapat perhatian dari berbagai pihak. Aktivis hukum H. Dede Supardi, SH., CPM., menyebut akan segera melakukan investigasi terkait dugaan kelalaian prosedur penanganan di RSUD Ciawi.

“Kami akan kumpulkan data dan bukti, lalu dorong ke ranah hukum bila terbukti ada pelanggaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin, S.IP., turut bersuara. Ia menilai kejadian ini menandakan perlunya evaluasi besar-besaran terhadap manajemen RSUD Ciawi.

“Pelayanan kepada masyarakat harus jadi prioritas. Kalau terbukti ada pelanggaran SOP, kami siap mengajukan gugatan class action,” tegas Muhsin.

Halaman:
A
Penulis: AdminTb