DEPOK, (TB) – Kota Depok bersiap mewujudkan sekolah inklusif pada tahun 2026 sebagai bentuk keberpihakan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Salah satu sekolah yang diproyeksikan menjadi percontohan adalah SDN Pondok Cina 1.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo, menegaskan bahwa program sekolah inklusif merupakan amanat undang-undang sekaligus janji politik yang harus direalisasikan. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kota bersama DPRD telah menyiapkan anggaran sekitar Rp20 miliar.
“Sekolah inklusif adalah kewajiban negara dan wujud nyata keberpihakan terhadap anak-anak istimewa. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak, tanpa diskriminasi,” ujar Edi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/8/2025).
Menurut Edi, selama ini fasilitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Depok belum sepenuhnya terpenuhi. Karena itu, keberadaan sekolah inklusif diharapkan menjadi tonggak penting dalam menjadikan Depok sebagai kota ramah pendidikan.
“Langkah ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga bentuk keadilan sosial. Depok harus maju dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warganya, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus,” tambahnya.
Dengan dukungan penuh DPRD, Edi optimistis Depok dapat menjadi daerah percontohan dalam penyediaan fasilitas pendidikan inklusif di Jawa Barat. (Heti)