DEPOK, (TB) - Depok Culture 2025 baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah Kota Depok! Lebih dari sekadar perayaan, acara yang berlangsung di Depok Open Space (DOS) pada Sabtu, 25 Oktober, itu sukses membius ribuan pasang mata dengan penampilan 1.117 penari anak yang memukau. Tak ayal, Museum Rekor Indonesia (MURI) pun memberikan pengakuan atas pencapaian luar biasa ini.
Wali Kota Depok, Supian Suri, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Depok Culture 2025. Baginya, ini adalah bukti nyata komitmen warga Depok dalam melestarikan warisan budaya.
"Mudah-mudahan acara ini bisa menjadi Depok Culture sebagai acara tahunan. Dengan rencana renovasi dan peningkatan kualitas acara, diharapkan Depok Culture akan semakin sukses dan menjadi lebih baik di tahun-tahun mendatang," kata Supian Suri, Sabtu (25/10).
Lebih dari sekadar pertunjukan, Depok Culture diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan kreativitas masyarakat Depok. Sinergi antara pemerintah, para pelaku budaya, dan masyarakat adalah kunci untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal.
Acara ini pun mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Bank BJB yang menjadi sponsor utama. Kehadiran perwakilan Universitas Indonesia (UI) juga menambah semarak acara, menandakan kolaborasi apik antara dunia pendidikan dan pelaku budaya.
"Kehadiran dari perwakilan dari UI diharapkan generasi muda dapat lebih banyak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan bakat mereka di bidang seni dan kebudayaan. Ini tentu akan membawa dampak positif bagi perkembangan budaya dan kreativitas di Depok," tambah Supian Suri.
Apresiasi juga diberikan kepada para orang tua yang telah mendukung penuh partisipasi anak-anak mereka di Depok Culture 2025. Tak ketinggalan, Pak Heri juga mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya yang tak ternilai.
Pemerintah Kota Depok berharap Depok Culture dapat terus menjadi kebanggaan warganya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Sebuah perayaan yang bukan hanya menghibur, tapi juga menginspirasi dan mempersatukan. (Heti)