BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai merancang arah pembangunan jangka panjang dengan menyiapkan empat kawasan strategis yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru atau “kota baru”. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mengurai kepadatan wilayah.
Empat kawasan tersebut yakni Cikudek, Sukamakmur, Jonggol, dan Rumpin, masing-masing dengan karakter dan keunggulan yang berbeda. Namun dari keempatnya, Jonggol dinilai memiliki peluang paling cepat berkembang secara nyata.
CIGUDEG: Kandidat Ibu Kota Bogor Barat
Cigudeg disiapkan sebagai titik awal pengembangan wilayah Bogor Barat, terutama jika rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) terealisasi.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan dan pelayanan publik. Jika skenario tersebut berjalan, maka aktivitas administratif hingga layanan dasar akan bergeser ke wilayah ini.
Namun demikian, perkembangan Cigudeg sangat bergantung pada keputusan politik terkait pemekaran wilayah.
Sukamakmur: Kota Mandiri Berbasis Lingkungan
Berbeda dengan cigudeg, Sukamakmur diarahkan sebagai kawasan kota mandiri dengan konsep berkelanjutan. Pembangunan di wilayah ini menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Potensi wisata alam dan bentang geografis menjadi keunggulan utama. Namun, keterbatasan akses dan infrastruktur masih menjadi tantangan yang harus diatasi untuk mempercepat pertumbuhan kawasan ini.