ACEH (TB) – ASAR Humanity resmi memulai pelaksanaan program “Gotong Royong Negeri: Sumatra Bangkit Kembali” melalui aksi gotong royong serentak di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Program ini menjadi langkah awal pemulihan lingkungan dan fasilitas publik pascabencana dengan menitikberatkan pada kolaborasi dan semangat kebersamaan masyarakat.
Peluncuran program ditandai dengan kegiatan gotong royong di 10 desa yang tersebar di beberapa kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bireuen. Desa-desa tersebut dipilih sebagai titik awal pemulihan karena dinilai membutuhkan percepatan penanganan lingkungan dan akses wilayah.
Dalam pelaksanaannya, ASAR Humanity mengerahkan alat berat serta melibatkan ratusan relawan, masyarakat setempat, unsur pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta mitra kolaborasi lainnya. Aksi gotong royong difokuskan pada pembersihan lingkungan, pembukaan akses wilayah, serta perbaikan fasilitas umum yang terdampak.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif ASAR Humanity yang dinilainya sangat membantu masyarakat.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada ASAR Humanity yang telah menggagas dan menggerakkan aksi gotong royong lintas desa ini. Kehadirannya sangat membantu proses pemulihan di wilayah terdampak. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat diperluas ke daerah lain,” ujar Iskandar.
Sementara itu, Direktur Komunikasi dan Media ASAR Humanity, Purwadi Nugroho, menegaskan bahwa program ini berangkat dari nilai dasar bangsa Indonesia, yakni gotong royong.
“Gotong royong adalah kekuatan dan identitas bangsa. Melalui program Gotong Royong Negeri: Sumatra Bangkit Kembali, kami ingin memastikan pemulihan tidak hanya soal bantuan dan alat, tetapi juga tentang membangun solidaritas dan kepedulian antarwarga,” jelas Purwadi.
Ia menambahkan, dukungan alat berat dalam kegiatan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pemulihan tanpa mengurangi peran aktif masyarakat di lapangan.
“Kami percaya, ketika masyarakat bergerak bersama dan didukung sumber daya yang tepat, proses bangkit akan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” imbuhnya.