DEPOK, (TB) – Mengantisipasi potensi kerawanan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), unsur tiga pilar Kecamatan Sukmajaya menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Aula Kantor Kecamatan Sukmajaya, Senin (22/12/2025).
Rapat tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Sukmajaya, Polsek Sukmajaya, Koramil Sukmajaya, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya guna menyatukan langkah pengamanan menjelang periode libur panjang akhir tahun.
Kepala Seksi Pemerintahan, Ketenteraman, dan Ketertiban Kecamatan Sukmajaya, Agus Sulaeman, SH, menyampaikan bahwa momentum Nataru memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi dibanding hari biasa. Hal ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas ibadah, mobilitas masyarakat, pusat keramaian, serta potensi cuaca ekstrem akibat puncak musim hujan.
“Pengamanan harus dipersiapkan secara matang, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh unsur agar potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat dicegah sejak dini,” ujar Agus.
Pengamanan akan difokuskan pada sejumlah lokasi prioritas, di antaranya tempat ibadah, pusat perbelanjaan, kawasan permukiman padat, ruas jalan protokol, serta titik-titik rawan kemacetan.
Di wilayah Kecamatan Sukmajaya, tercatat terdapat 30 lokasi ibadah umat Kristiani yang akan melaksanakan rangkaian ibadah sejak pertengahan Desember hingga awal Januari, dengan puncak perayaan pada malam Natal. Selain itu, enam titik strategis juga dipetakan sebagai pusat keramaian pada malam pergantian tahun.
Rapat koordinasi juga menyoroti pencegahan tawuran, yang kerap meningkat selama libur panjang. Potensi konflik antar kelompok remaja akan diantisipasi melalui patroli terpadu, pemantauan jam-jam rawan, serta penguatan peran RT, RW, tokoh masyarakat, keluarga, dan edukasi kepada remaja.
Perwakilan Polsek Sukmajaya, Diyan, menegaskan bahwa pola pengamanan akan dilakukan secara profesional, proporsional, dan humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif.
“Pengamanan gereja dilakukan dengan sistem berlapis, mulai dari sterilisasi area, pemeriksaan barang bawaan, pengaturan lalu lintas, hingga patroli rutin. Kami juga mengimbau pengurus gereja untuk aktif berkoordinasi terkait jadwal ibadah dan jumlah jemaat,” jelasnya.