Bogor (BS) – Aktivitas pertanian di wilayah Irigasi Sodong, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, mengalami penurunan drastis hingga terhenti total akibat minimnya pasokan air. Lahan persawahan yang biasanya produktif kini berubah tandus.
Sekretaris Desa Pangaur, Agus Apipudin, mengungkapkan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membuat petani kehilangan mata pencaharian.
“Hasil pertanian bukan lagi menurun, tapi sudah tidak bisa. Sawah-sawah sudah tandus, masyarakat petani sudah tidak bisa bertani alias stop. Kondisi seperti ini sudah bertahun-tahun lamanya,” kata Agus, Kamis (18/9/2025).
Ia menjelaskan, total lahan yang terdampak mencapai sekitar 200 hektare, mencakup empat kampung di wilayah Desa Pangaur. Dampak sosial pun tak terhindarkan, banyak petani terpaksa beralih menjadi buruh kasar, bahkan sebagian memilih menganggur.
“Yang terdampak sekitar 200 hektare. Banyak yang akhirnya nganggur, ada juga yang terpaksa pindah kerja jadi buruh kasar,” tambahnya.
Kekeringan di Irigasi Sodong memang sudah terjadi sejak lama, namun dampaknya semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Minimnya pasokan air membuat tanaman gagal tumbuh, sebagian petani mengurangi lahan tanam, bahkan ada yang berhenti bertani sama sekali.
Kondisi serupa sebelumnya juga dialami petani di Kampung Tarisi, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, yang menghadapi ancaman gagal panen akibat kekeringan.